Selasa, 15 September 2015

Kunci Sukses Ternak Ayam Jawa Super


Ayam Jawa Super



Ayam Jawa Super atau yang biasa disebut dengan istilah Ayam JOPER sudah sangat familiar di telinga kita, Ternak Ayam Jawa Super merupakan peluang usaha yang cukup menggiurkan, utamanya para pebisnis di ranah ayam buras. Telah diketahui bersama bahwa Ayam Jawa Super merupakan hasil persilangan ayam jawa atau ayam kampung yang memiliki kualitas genetik tinggi dan telah mengalamai pemuliabiakan sehingga performa pertumbuhannya lebih baik dari ayam jawa kebanyakan. Entah kenapa kebanyakan dari kita lebih sering menyebutnya dengan Ayam Jawa Super,atau mungkin karena orang jawa sangat sering menamakan sesuatu hal yang berada di jawa dengan akhiran kata “jawa”, seperti gula jawa,ayam jawa,bebek jawa,dan sesuatu hal lain yang berada di pulau jawa.
Pada tulisan kali ini kami akan membahas mengenai kunci sukses dalam beternak ayam jawa super. Telah banyak pengunjung yang meminta kepada kami untuk  menampilkan artikel yang membahas mengenai analisa usaha ternak ayam jawa super, semoga artikel kali ini dapat memuaskan para pecinta ternak ayam jawa super indonesia.  Dewasa iniAyam Jawa Super menjadi peluang usaha baru yang sangat menggiurkan, karena permintaan daging ayam kampung meningkat secara signifikan. Akan tetapi dalam kenyataanya budidaya ternak ayam jawa menemui berbagai kendala,utamanya yaitu pertumbuhan yang cenderung lambat dan bobot yang tidak maksimal. Dengan berbagai teknologi ternak terbaru, kini hadir ayam jawa super yang secara nyata mampu memperpendek masa pemeliharaan panen,yaitu hanya 55-60hari.
Waktu panen yang relatif cepat pada ayam jawa super memberikan keuntungan yang cukup tinggi diantaranya tingkat kematian yang relatif kecil, penghematan biaya pemeliharaan dan pakan.  Ayam Jawa super merupakan hasil persilangan terbaru yang melibatkan teknologi pemuliabiakan ternak terbaru sehingga didapatkan pertumbuhan yang cepat dan memiliki karakteristik daging dan bentuk ayam kampung. Harga jual ayam jawa super lebih tinggi dibandingkan dengan ayam Ras, harga berkisar antara 22rb-25rb menurut riset pasar selama tahun 2011-2013. Penentu harga ayam kampung tetap mengikuti kaidah hukum ekonomi yaitu keadaan pasar, penawaran dan permintaan.


Tehnik Pemeliharaan ayam Jawa Super relatif mudah dan simpel, kandang yang dibutuhkan tidaklah harus dibuat dengan biaya tinggi. Prinsipnya yaitu kandang kering, alas tidak basah dan lembab,sirkulasi cukup dan usahakan kandang dengan tipe postal/lantai semen. Cocok untuk usaha sampingan yang memiliki pekerjaan utama yang lain, pemberian pakan pagi dan sore disesuaikan sesuai kebutuhan. Vitamin, obat-obatan, dan vaksinasi juga perlu untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan mencegah penyakit.
Analisa Usaha Ternak Ayam Jawa Super
Berikut analisa usaha ternak Ayam Jawa Super per 500 ekor, rekomendasi pemeliharaan min 500 ekor karena tenaga yang digunakan untuk memelihara 100 dan 500 ekor tidak jauh berbeda,jadi alangkah lebih baik langsung 500 ekor agar untung juga bisa lebih terasa.
A. Biaya Operasional
No
Keterangan
Harga Satuan
Jumlah Unit
Jumlah
1
Pembelian bibit Ayam Jawa super
Rp. 4.200
500 ekor
Rp. 2.100.000
2
Pakan
Rp. 305.000
20 Sak
Rp. 6.100.000
3
Vitamin dan Vaksin
Rp. 150.000
Rp. 150.000
Jumlah
Rp 8.350.000,-
B. Hasil
Angka kematian standar berkisar antara 5-10%, ambil saja 20 ekor mengalami kematian, maka pada saat panen jumlahnya 480 ekor dengan berat rata-rata 0,9kg atau 9 ons.
Harga ayam terendah adalah Rp 20.000,-/kg (biasanya karena dampak permintaan turun, tahun 2013 terjadi di bulan januari-maret). Fluktuasi harga antara Rp 22.000,- s.d Rp. 25.000,- per kilogram (kg).
No
Keterangan
Harga
Jumlah Kilo
Jumlah Uang
1
Penjualan Ayam
Rp 24.000/kg
0.95kg x 480 = 456 kg
10.944.000
Jumlah
Rp 10.944.000,-

Keuntungan
= Pemasukan-Pengeluaran
= Rp 10.944.000-Rp.8.350.000
= Rp. 2.594.000
Data yang kami berikan berdasarkan harga pasar terbaru dan terupdate bulan ini (mei 2013) di kota Yogyakarta, di tempat lain disesuaikan.
Demikian beberapa gambaran mengenai prospek usaha ternak ayam jawa super, semoga dapat bermanfaat dan salam sukses untuk kita semua.


Peluang Usaha Bisnis Ayam Arab


doc ayam arab
Ayam Arab memang terdengar kurang familiar dan cenderung dikaitkan dengan ayam kampung yang pertumbuhannya lambat,kerdil,banyak makan dan dagingnya berwarna hitam. Mayoritas peternak ayam kampung sering mengeluhkan hal tersebut meski sejatinya ayam arab memiliki keunggulan-keunggulan lain yang jarang nampak akibat citranya yang kurang baik di masyarakat. Sehingga penulis mencoba untuk memberikan wawasan dan wacana yang diharapkan mampu untuk mengubah paradigma mengenai peluang usaha ayam arab, yang sebenarnya memiliki nilai kelayakan usaha yang cukup mumpuni ditengah harga pullet petelur dan doc petelur yang melambung tinggi harganya.
Ayam Arab jika dilihat dari asal bahasanya cenderung seperti ayam yang berasal dari daerah semenanjung arab, karena frasa kedua menunjukkan nama daerah atau nama tempat. Akan tetapi hingga saat ini kami belum bisa memastikan asal muasal sejarahayam arab yang sesuai dengan literatur yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Berdasarkan pencarian yang kami dapat dari berbagai sumber, dinyatakan bahwaayam arab dipercaya mampu memproduksi telur dengan kapasitas yang cukup besar jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa,salah satu sumber menyebutkan bahwaayam arab mampu bertelur hingga kisaran 250 butir per tahun. Warna kerabang telur bisa dikatakan mirip dengan ayam kampung kebanyakan serta ukuran telurnya pun juga sama. Sehingga seringkali kita terkecoh dengan keaslian telur ayam kampung denganayam arab.





Para pemerhati unggas lokal menuturkan berbagai masukan mengenai sejarah ayam arabini. Menurut cerita, dahulu kala ayam arab banyak dipelihara oleh masyarakan di negara arab dan karena mayoritas penduduk indonesia muslim serta menunaikan haji disana maka sepulang dari tanah suci beberapa diantara mereka membeli telur-telur yang kemudian di bawa ke tanah air untuk ditetaskan. Oleh sebab itu munculah ayam arab yang sekarang ini. Pendapat yang lain menyatakan bahwa ayam arab merupakan silangan ayam belgia dengan ayam lokal indonesia yang dibawa ke indonesia oleh orang asing serta pendapat-pendapat lain yang menyatakan bahwa ayam arab merupakan silangan-silangan yang tetuanya/asal induknya sulit untuk diidentifikasi karena telah membaur dengan ayam-ayam lokal di indonesia. Pada intinya hingga saat ini belum ada penelitian tentang galur murni ayam arab di indonesia, kualitasnya masih bersifat nano-nano atau dapat dikatakan antara satu tempat dengan tempat lain masih belum seragam. Semoga kedepan anak dan cucu kita mampu menjawabnya.





Banyak dari kita yang belum mengetahui tentang peluang usaha ayam arab ini, yang paling utama yaitu produksi telurnya yang tinggi dan didukung pula dengan ukuran tubuh yang relatif kecil sehingga kebutuhan pakan cenderung lebih sedikit jika dibandingkan dengan ayam petelur biasa ataupun ayam kampung.  Berdasarkan informasi di pasaran harga telur ayam arab bisa mencapai 1000-1500 rupiah perbutirnya tergantung dari lokasi dan ketersediaan stok,di supermarket akhir-akhir inipun sudah marak dijual telur ayam arab dengan harga yang cukup fantastis. Dikemas dengan wadah yang apik nan higienis sehingga mampu memanjakan para penikmat belanja di supermarket.
Pemeliharaan ayam arab petelur ini relatif mudah, biasanya umur 4,5 bulan sudah mulai bertelur. Pakan yang digunakan dari masa awal doc hingga 2 bulan biasanya dipake pakan starter BR1, kemudian setelah itu bisa disesuaikan dengan pakan self mix seperti layaknya pakan untuk ayam petelur hingga masa bertelur tiba. Kandang yang digunakan juga sama seperti ayam petelur yaitu model battery,ayam arab dikandangkan satu demi satu.  Sama halnya dengan ayam jenis petelur lainnya, ayam arab cukup sensitif dengan respon pakan, jika kualitas pakan rendah sangat mudah sekali baginya untuk stress dan mengalami penurunan produksi. Sehingga menejemen pakan dalam ternak ayam arabharuslah cukup diberikan perhatian. Tak hanya itu, hal-hal lain yang krusial mengenai kesehatan, sanitasi, dan berbagai feed additif perlu diperhatikan guna mendapatkan hasil yang maksimal.


Penyebab Doc / Anak ayam kampung mati

DOC adalah istilah untuk penyebutan ayam yang baru berumur 1 hari. Kematian (mortalitas) DOC banyak terjadi pada umur ini sampai umur ayam sekitar satu bulan.
Bibit Ayam Kampung
Top of Form



Bottom of Form
Tingkat mortalitas yang terbaik adalah 0% tapi ini mustahil. Akan tetapi dengan manajemen yang baik (pakan dan lingkungan) tidak menutup kemungkinan angka yang diperoleh akan mendekati 0%. Berikut kami uraikan beberapa penyebab kematian DOC dan upaya mengatasinya:
1. Dehidrasi
Terjadi karena pengangkutan dan ketika di dalam mesin tetas. Jarak pengangkutan yang terlalu jauh dapat menyebabkan DOC mengalami dehidrasi. Penyebab dehidrasi lainnya adalah tata laksana penetasan yang kurang baik seperti suhu mesin tetas yang terlalu tinggi dengan tingkat kelembaban yang rendah.
Cara mengatasi :
·         Memilih Produsen DOC yang Terpercaya dan kredibel
·         Memilih produsen DOC yang terdekat
·         Tidak Mudah tergiur dengan harga yang murah
·         Memilih jasa pengiriman barang yang sesuai dan aman bagi ternak.
·         Memperhatikan kepadatan  pada waktu pengiriman.
·         Memperhatikan tata laksana penetasan seperti suhu dan kelembaban.
·         Memilih dan memperhatikan umur telur tetas.
·         Penanganan yang tepat ketika DOC datang.
·         Memberikan sayuran (kecambah) waktu pengiriman.
·         Mengirim DOC yang hanya berumur satu hari (baru menetas).
2. Kesalahan dalam program vaksinasi
Kesalahan dalam pemilihan vaksin dan juga waktu pelaksanaan vaksinasi dapat memberikan efek negatif terhadap DOC. Waktu yang tepat dalam pemberian vaksin ND aktif yaitu umur 3-4 hari. Kebiasaan peternak yang dilakukan yaitu turun dari box doc langsung divaksin, hal ini jelas merugikan karena doc yang masih berumur 1 hari masih memiliki antibodi maternal bawaan dari induk, sehingga jika dipaksakan maka titer antibodi yang diharapkan tidak mampu memproteksi anak ayam kampung dari penyakit ND atau malah tidak terbentuk sama sekali. Jika memungkinkan belilah vaksin di toko yang terotorisasi, karena kebanyakan kulkas/pendingin yang tidak standar menyebabkan vaksin mudah rusak dan tidak mampu memproteksi.
Cara mengatasi :
·         Memilih jenis vaksin yang tepat.
·         Memilih waktu pelaksanaan vaksinasi yang tepat.
·         Ingat, hanya ayam yang sehat yang boleh divaksin
·         Jangan mudah tergiur harga yang murah, kebanyakan vaksin sekarang tidak sesuai dengan strain virus di lapangan
·         Konsultasikan pada dokter hewan/tenaga medik veteriner yang berwenang untuk mendapatkan hasil yang terbaik
3. Kesalahan pengaturan alat pemanas (brooder)
Alat pemanas berfungsi untuk membantu anak ayam/ doc ayam kampung untuk mengatur suhu tubuhnya. Sehingga keberadaan alat pemanas untuk DOC mutlak diperlukan. Pada periode kritis alat pemanas harus senantiasa dijaga fungsinya sehingga mampu mempertahankan suhu yang diinginkan. Pengaturan jarak antara alat pemanas dengan litter juga perlu mendapat perhatian. Coba perhatikan penyebaran anak ayam di bawah alat pemanas, apabila menyebar merata berarti suhu sudah ideal tapi kalau anak ayam menjauhi alat pemanas atau menggerombol di bawah alat pemanas maka suhu alat pemanas masih belum ideal.
Cara mengatasi :
·         Memilih alat pemanas yang aman, murah dan mudah pengoperasiannya.
·         Memperhatikan pengaturan jarak antara alat pemanas dengan litter.
·         Mengontrol suhu pemanas dengan teratur.
·         Menyiapkan pemanas cadangan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan seperti mati lampu dan sebagainya.


4. Kesalahan transporatasi
Kesalahan pada waktu pengangkutan atau transportasi antara lain : karena kondisi jalan yang tidak mulus sehingga kadang terjadi guncangan keras, mengangkut DOC ketika terik matahari menyengat tanpa perlindungan, dan juga kepadatan tempat pengangkutan kurang diperhatikan (box). Tapi kalau jarak produsen DOC dengan tempat pembeli tidak terlalu jauh maka hal itu tidak memberi pengaruh yang berarti. Sebaiknya pilih jarak maksimal yaitu 12 jam jika itu dilakukan dengan perjalanan darat, dan 24 jam untuk jalur udara.
Cara mengatasi :
·         Memilih produsen DOC yang terdekat dan kredibel
·         Memilih jasa pengiriman barang yang nyaman dan aman bagi ternak.
·         Memperhatikan kepadatan Doc ddidalam box
·         Memberikan sayuran (kecambah dan lainnya) waktu pengiriman.
5. Terjadinya infeksi
Sanitasi lingkungan kandang yang kurang baik dapat menyebabkan tumbuh suburnya mikroorganisme penyebab penyakit tertentu. Apabila anak ayam terinfeksi maka bisa menyebabkan system kekebalan tubuh ayam menurun. Akibatnya ayam akan menunjukkan gejala penyakit secara umum seperti demam, lesu, tidak mau makan dan minum. Anak ayam yang sudah terinfeksi akan memilih berdiam diri di bawah alat pemanas untuk menghangatkan tubunya. Karena terlalu lamanya anak ayam tersebut berada di bawah alat pemanas menyebabkan dehidrasi dan tak jarang berujung pada kematian.
Cara mengatasi :
·         Menjaga sanitasi lingkungan kandang baik peralatan kandang dan juga manusianya.
·         Mengusahkan agar ada sinar matahari yang masuk ke dalam kandang.
·         Mengisolasi unggas yang sakit agar wabah tidak menyerang.
·         Memelihara DOC yang seragam baik strain nya ataupun umurnya.
Nah, dengan mengetahui beberapa penyebab kematian pada DOC maka kita perlu meminimalkan aspek tersebut untuk mencapai usaha yang berhasil. Sekali lagi belajar pada pengalaman adalah tetap yang terbaik dan semoga wawasan kita semakin bertambah. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan semua.


Cara Beternak Ayam Kampung Pedaging

SubaGa Farm

Panduan praktis cara ternak ayam kampung pedaging
Kebanyakan orang memelihara ayam kampunghanya sebatas memelihara saja tanpa memperhatikan aspek-aspek keuntungan yang akan didapat dari hasil beternak ayam kampung, dan kadangkala tidak tahu cara memeilha ayam kampung yang baik, nah kali ini penulis share cara memeilhara ayam kampung pedaging agar ternaknya tumbuh sehat dan menghasilkan uang. Artikelnya saya  kutip dari  sentralternak.com.
mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif  ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung,maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :

1.Bibit

Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.

2.Pakan

Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.

Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :
·                     7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
·                     19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
·                     34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
·                     47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
·                     58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
·                     66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
·                     72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
·                     74 gram/per hari sampai umur 8 minggu

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.

3.Perkandangan

Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.

Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.

Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.

Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.

Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.

4.Manajemen Pemeliharaan

Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
1.            Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
2.            Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
3.            Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat


Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.

5.Pengendalian Penyakit

Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :

Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
Melakukan vaksinasi secara teratur
Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
Manajemen pemeliharaan yang baik
Kontrol terhadap binatang lain

Berikut kami uraikan sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam kampung :

a.Tetelo (ND)
Penyebab : paramyxivirus
Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan : vaksinasi secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang terkena ND maka harus dibakar.
Pengobatan : belum ada

b.Gumboro (gumboro disease)
Penyebab : virus
Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
Pencegahan : vaksinasi teratur dan menjaga sanitasi kandang
Pengobatan : belum ada

c.Penyakit cacing ayam (worm disease)
Penyebab : Cacing
Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik, penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat menjadi induk semang perantara.
Pengobatan : pemberian obat cacing seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya

d.Berak kapur (Pullorum)
Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran melekat pada bulu-bulu disekitar anus
Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang
Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn  atau lainnya

e.Berak darah (Coccidiosis)
Penyebab : protozoa Eimeria sp.
Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang.
Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran
Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya

6.Pasca Panen dan Pemasaran

Pemasaran ayam kampung pada dasarnya mudah karena disamping jumlah permintaan yang tinggi, harga ayam kampung masih tergolong tinggi dan stabil, sedang produksi masih terbatas. Ayam kampung dapat dijual dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas). Rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional, warung, supermarket sampai hotel berbintang membutuhkan pasokan ayam kampung ini. Harga ayam kampung hidup berkisar antara Rp 19.000 - Rp 22.000/ekor di tingkat peternak.

7.Pengelolaan Produksi

Sebagai seorang peternak yang profesional maka perlu untuk menjaga agar produksi yang kita lakukan dapat memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Maka diperlukan pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita dapat berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan usaha perlu pengaturan dan penjadwalan secara teratur kapan DOC masuk dan kapan ayam di panen, karena hal itu lebih disukai oleh pengepul atau mitra kerja kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.

Mudah-mudahan uraian di atas dapat menambah pengetahuan kita dalam hal beternak dan menjadikan cara beternak kita lebih baik. Saran dan kritik selalu kami nantikan untuk kemajuan kita bersama. Semoga kesuksesan selalu menyertai kita bersama.

Cara Membuat Mesin Tetas sederhana

SubaGa Farm
Cara membuat mesin tetas sendiri sebenarnya mudah saja, tergantung dari kreatifitas kita masing-masing. Bahan bakunya juga gampang ditemui. Masalah penampilan urusan belakangan, disini yang terpenting adalah fungsinya.

Baiklah, kita mulai saja.
Sediakan alat dan bahan sebagai berikut :

            Alat :
           
 
            - Gergaji
            - Palu
            - Alat ukur (meteran/penggaris)
            - Thermometer
            - Thermostat
            - Baki untuk tempat air
       
 
           Bahan :

           - Triplek 3 mm ukuran 100 cm x 60cm
           - Kayu reng ukuran 3 cm x 4 cm
           - Kawat ram 1,5 meter
           - Kaca 2 mm (34 cm x 12 cm)
           - Paku 5 cm, paku triplek
           - 8 buah bohlam 5 watt
           - Engsel, kabel, dan Steker.

Pertama potong kayu reng dengan panjang masing-masing 60 cm = 8 buah, 100 cm = 4 buah untuk kerangka.
Kira-kira seperti ini bentuknya.

Mesin penetasan telur



Lalu tutup sisinya menggunakan triplek.
Buat juga rangka untuk rak tempat telur dengan ukuran sebagai berikut :

Mesin penetasan telur


  Rangkaikan dengan body sehingga hasilnya seperti ini:
Jangan lupa pada sisi samping kotak di beri ventilasi. Ada juga yang menempatkannya di atas kotak. Fungsinya sama, supaya terjadi pergantian udara agar tidak pengap di dalam.

Mesin penetasan telur


Sekarang tinggal membuat pintunya. Simak gambar berikut ini.

Mesin penetasan telur


Pasang fiting untuk tempat bohlam dan Thermostat. Lihat posisinya di bawah ini.

Mesin penetasan telur


Dan inilah hasil akhirnya...

Mesin penetasan telur


Setelah selesai, tinggal perakitan instalasi listriknya. Saya rasa anda sudah paham pada sesi ini.Rangkaikan dengan Thermostat yang berfungsi sebagai sakelar otomatis.

Pada tahap awal, yaitu pengesetan suhu. Nyalakan lampu bohlam dan letakkan Thermometer di dalam mesin tetas. Tutup pintu pada mesin tetas, amati Thermometernya. Setelah suhu ruangan dalam mesin tetas sudah mencapai 100° F atau 38° C, buka pintu, kemudian putar ulir pada Thermostat sampai bagian atas Thermostat menyentuh tombol kecil yang akan mebuat lampu padam. Lampu akan menyala kembali apabila suhu di dalam mesin menurun, dan akan kembali padam ketika suhu mencapai batas yang sudah kita tentukan tadi. Hal itu akan terjadi berulang-ulang secara otomatis.
Jangan lupa, masukkuan baki yang sudah diberi air dan letakkan di bawah rak telur.
Kapasitas rak telur antara 330 - 350 butir telur burung Puyuh, atau 150 butir telur ayam.